Dengan semangat, aku melangkahkan kaki ini ke sekolah
Namun..
Rasa sedih selalu menghantuiku ketika melihat wanita yang telah melahirkanku itu
Sudah terbaring lemas tak berdaya di kasur yang sangat tua itu, di rumah yang hampir runtuh itu
Namun tetap saja ada rasa benci kepadanya
Karena wanita itu telah membuatku tidak mempunyai seorang ayah
Karena wanita itu juga, aku selalu dihina, di cacimaki oleh teman-temanku, oleh tetangga-tetanggaku,
bahkan oleh nenekku sendiri
"Dasar anak HARAM !!!" begitulah hinaan mereka
aku sangat benci dengan ibuku "AKU BENCI IBU"
sekarang aku tidak lagi mempunyai teman
teman yang seharusnya menghiburku
teman yang seharusnya membantuku
teman yang seharusnya melarangku untuk membenci ibuku sendiri
Dengan perlahan, aku mengambil tangan ibu dan menciumnya
Namun bibir ini tetap saja selalu ingin menghina dia, kata-kata itu sudah tidak bisa aku tahan lagi..
"kenapa sih, ibu gak mati aja sekalian ?? kalo sakit-sakitan kaya gini, ibu tuh malah ngerepotin aku,
ngerti gak sih bu... !!"
aku langsung menunduk, sambil menutup mulutku yang sangat kurang ajar ini
ibuku menetaskan air mata, hingga selendang kesayangannya basah tak karuan
aku segera berlari ke sekolah dengan meneteskan air mata
"Kenapa ?? kenapa aku gak bisa tahan emosiku ya tuhan ?? ampunilah aku...ampunilah orang yang sangat kurang ajar ini,, hukum aku jika perlu ya tuhan.. HUKUM !!"
teriakanku menggelegar... untuk sedikit melegakan hatiku
Setibanya di sekolah, aku segera masuk ke kelas
dan duduk dengan tenang di kursi paling pojok dan paling belakang
sewaktu aku duduk, semua teman-teman di dalam kelas itu tertuju padaku
dengan tatapan yang sangat tidak enak
"ngapain kalian semua ngeliatin aku kayak gitu ?? mau cari gara-gara?"
"waduh,kayanya anak HARAM itu kerasukan setan haram deh,, hahhaha" salah satu temanku menjawab
begitulah aku, sejak dulu disekolah, aku memang pemarah, dan sombong
dulu, aku pernah berpura-pura pada teman-teman bahwa ibuku berada di luar negeri
dan aku dititipkan dengan pembantuku yang sebenarnya ibuku sendiri di rumah tua itu yang sebenarnya rumahku sendiri.
Tapi lama-lama semua kebohonganku terungkap,
ya,,seperti inilah jadinya..
bel pulang pun berbunyi..
dengan semangat, aku bergegas untuk pulang dan berniat untuk meminta maaf pada ibuku
aku membelikannya setangkai bunga yang aku beli, dari sisa uang jajanku
sesampainya di gang menuju rumah,,
terpampang sebuah bendera putih..
aku segera berlari ke rumah,,
banyak orang yang bergerombol disana..
ketika aku bertanya "Ada apa??"
mereka hanya menggelengkan kepala dengan pipi yang basah
aku lihat ibuku terbaring sambil memejamkan matanya
"IBU...BANGUN.. AKU INGIN MINTA MAAF PADAMU BU.."
aku menangis sejadi jadinya,
"NGGAK,, IBU TIDUR KAN?? IBU,, BANGUN,, AYO MARAHI AKU LAGI BU,, AYO!!"
aku masih tidak menyangka jika ibu telah tiada..
kuciumi wajah ibu..
aku sangat menyesal,, aku belum sempat meminta maaf padanya..
aku menyesal,, karena terkhir kali aku bertemu dengannya,, aku malah mebuatnya menangis
"YA TUHAN,,KENAPA KAU PANGGIL IBUKU SECEPAT ITU, KENAPA KAU TIDAK PANGGIL AKU SAJA"
"IBUUUUUUUUUUUUUU..................................................!!!!"
suatu peristiwa yang sangat menyentuh hati bukan ?? cepat minta maaf pada ibumu,, sebelum semuanya terlambat.. jangan sia-siakan dia kawan..